Friday, September 30, 2011

Reforest PANIN

Reforest Indonesia merupakan wujud kepedulian PaninBank terhadap komunitas dan lingkungan sekitar. Untuk itu, PaninBank berkoordinasi dengan pemerintah untuk menggalakkan penghijauan secara nasional

Sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan Reforest Indonesia yang diresmikan Presiden RI, PaninBank mengajak masyarakat di seluruh Indonesia untuk melakukan penanaman pohon trembesi.

Dengan menanam pohon trembesi, Anda sudah membantu mengurangi emisi gas CO2 dalam udara yang menyebabkan pulusi. Dengan menjadi Green Partner Panin, Anda sudah turut serta dalam menyelamatkan bumi. Untuk menjadi Green Partner PaninBank , Anda tidak perlu bersusah payah. PaninBank akan menghubungi Anda dan memberikan Reforest Set berupa bibit/pohon trembesi, poly bag dan buku panduan secara gratis. Mari kita bersama-sama menyelamatkan bumi dari emisi gas CO2.

Sunday, September 4, 2011

Limbah Cilengkrang Dinilai Mencemari Penduduk Sekitar


JALAKSANA – Wisata alam Lembah Cilengkrang tampaknya mulai mengusik warga Desa Sukamukti, Kecamatan Jalaksana. Mereka memprotes keras Badan Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) sebagai pengelola, karena limbah wisata alam yang mengandalkan potensi curug dan air panas tersebut dirasakan telah mencemari penduduk.
“Akibat buruknya memang belum terasa sekali, tapi warga sudah sangat terusik dengan limbah itu (Lembah Cilengkrang, red),” ungkap Kepala Desa Sukamukti, Nana Mulyana kepada Radar di kantornya, Selasa (18/1).
Ia memastikan, setiap wisatawan Lembah Cilengkrang meninggalkan sampah di lokasi. Mata air Curug Cilengkrang yang bersih menjadi kotor, karena di lembah yang berada di atas Desa Sukamukti itu para wisatawan memanfaatkan air panas untuk berendam dan lain-lain.
Berbagai fasilitas pun dibangun BTNGC untuk wisatawan. Seperti bak-bak air permanen, toilet, warung-warung dan lain-lain. “Bisa dibayangkan, dari semua fasilitas itu, air menjadi tercemar. Apalagi kalau ada wisatawan berpenyakit, lalu berendam di air panas itu. Otomatis air mengalir ke Desa Sukamuti menjadi ikut tercemar.
”Yang lebih dikhawatirkan, jika ini dibiarkan, kedepan warga kami akan menjadi korban. Kita kan dituntut berpikir ke depan. Orang BTNGC saja selalu bilang, satu pohon pinus kedepan akan bernilai miliaran rupiah. Jadi, mari kita berpikir kedepan,” tandas Nana.
Dijelaskannya, warga Sukamukti khususnya, sangat mengandalkan aliran air yang bersumber dari Lembah Cilengkrang. Baik untuk keperluan pertanian, rumah tangga, keperluan air bersih sehari-sehari terutama sekali untuk keperluan air minum warga.
Namun, setelah dibukanya lokasi pariwisata Lembah Cilengkrang, air yang sangat diandalkan warganya tersebut sudah tercemari oleh limbah dari Lembah Cilengkrang. Hal ini tentu merugikan warga Sukamukti. ”Pokoknya kami minta BTNGC kembali meninjau pembuangan limbah Lembah Cilengkrang,” pinta dia, dengan suara lantang.
Ia berkeinginan, Lembah Cilengkrang tetap menjadi hutan seperti dulu. Jangan dijadikan wisata alam, apalagi sampai ditarif. Karena dengan kondisi itu, kawasan Lembah Cilengkrang akan tetap lestari. Sebaliknya dengan kondisi saat ini, kawasan bukan malah lestari tetapi rusak, apalagi dengan keberadaan bangunan-bangunan. Bahkan berakibat buruk terhadap pencemaran limbah kepada penduduknya, juga penduduk desa lain. Karena posisi Lembah Cilengkrang berada di atas.
Lebih dari itu, warga Sukamukti juga mengajukan komplain berat kepada BTNGC yang telah mengusir warga Sukamukti dari kawasan TNGC. Warga Sukamukti disuruh turun untuk tidak menggarap lahan TNGC tetapi BTNGC malah memanfaatkannya untuk komersil.
”Samasekali tidak ada solusi buat warga kami yang terusir itu. Waktu diusulkan, mereka bahkan bilang kalau ada warga menggarap lahan TNGC berarti maling. Mana ada maling dikasih hadiah,” beber dia, menirukan bahasa orang BTNGC.
Mendengar hal itu, karuan warganya hampir mengamuk jika tidak ditahan. Terlebih memang kontribusi buat desa-desa di sekitar kawasan TNGC juga tidak ada. Padahal, sejak BTNGC membuka wisata alam Lembah Cilengkrang, mereka menarik tarif masuk setiap wisatawan Rp4.000.

Sumber ; - http://radarcirebon.com/2011/01/19/warga-sukamukti-protes-btngc/

Lahan BTNGC di Padabeunghar Terbakar


Sedikitnya 20 hektare lahan kawasan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) di Blok Gibug Desa Padabeunghar Kec. Pasawahan Kab. Kuningan hangus, menyusul terjadinya serangkaian kebakaran di daerah tersebut hingga empat kali. Terakhir, terjadi Kamis (27/9) sore hingga Jumat (28/9) dini hari. Namun, pelaku pembakaran berhasil diamankan petugas.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran terakhir yang menghanguskan lahan alang-alang dan sebagian kecil di bawah tegakan pohon pinus terjadi pada, Kamis (27/9) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Api diduga berawal dari lahan alang-alang yang selanjutnya merembet ke lahan yang ditanami pinus.

Munculnya kobaran api mengagetkan warga yang ada di sekitarnya sehingga dengan peralatan seadanya, mereka melakukan pemadaman bersama petugas terkait. “Beruntung, kebakaran tidak meluas berkat kesigapan para petugas dilapangan serta partisipasi masyarakat Desa Padabeunghar,” kata Kepala BTNGC, Ir. Muhtadin Nafari, didampingi Kasi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Linggarjati, Maman Surachman, S. Hut., di kantor BTNGC di Desa Manislor Kec. Jalaksana, belum lama ini.***

Cuaca panas yang menyengat ditambah medan terjal dan berbatu membuat petugas kesulitan memadamkan api.Kebakaran hutan terjadi pukul 12.10 WIB.”Kami mengetahui kebakaran dari warga Rajagaluh yang melintas di kawasan tersebut dan mengabarkan api sudah mencapai bukit sebelah selatan. Setelah mendapat informasi tersebut, warga yang baru selesai salat Jumat langsung bergotong-royong berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya,” ujar Kasi Trantib Kecamatan Pasawahan Utum Supriatna. Dia menduga titik api berasal dari tempat pembuangan sampah warga setempat. ”Kami menduga penyebab api berasal dari sampah yang dibuang warga.

Mungkin di antara sampah tersebut terdapat korek api gas,karena cuaca sangat panas menyebabkan korek gas meledak dan menimbulkan percikan api hingga terjadilah kebakaran,”jelas Ucu. Mengingat medan terjal dan berbatu, upaya pemadaman tidak bisa dengan menyemprotkan air dari mobil Dinas Pemadam Kebakaran, melainkan dengan cara memukul sumber api dengan dahan dan ranting pohon basah. ”Selain itu kami bersama masyarakat setempat dan petugas yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) berusaha memadamkan api menggunakan metode sekat bakar,”ujar Ucu.

Maman Surahman, Staf Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) mengaku belum mengetahui berapa luas areal hutan yang terbakar karena kobaran api hingga kemarin sore masih terus berkobar. Menurut dia,upaya pemadaman belum maksimal sebab sebagian besar petugas BTNGC masih mudik Lebaran dan belum masuk kantor. ”Namun masyarakat setempat dan petugas yang tergabung dalam MPA dan Pamswakarsa saat ini berupaya memadamkan api dan dalam waktu singkat api dapat segera dipadamkan,” kata Maman.

Untuk mempercepat pemadaman, satu unit kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani areal kebakaran yang berada di dekat jalan desa dan mudah dijangkau. 

Sumber :- http://wartadesa2007.wordpress.com/2007/10/01/lahan-btngc-di-padabeunghar-terbakar/
- http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/424823/

Tuesday, August 16, 2011

Info.Mapala

Terima kasih pada rekan2 mapala ciayumajakuning dan pihak2 yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu , atas bantuan materi dan non materi sebagai bentuk kepedulian atas profesi yang kita geluti dari dulu ini , allhamdulillah akhirnya saudari sheva (pataga Samarinda)hari ini Bisa keluar dari rumah sakit gunung jati cirebon , kami mewakili saudari sheva mengucapkan banyak2 terima kasih kepada rekan2 mapala ciayumajakuning , terima kasih karena persaudaraan diantara kita tidak hanya berupa kata2 dan simbol solidaritas dalam jabat tangan semata , tapi dia begitu nyata dan bermakna dalam hati , jiwa dan tertuang dalam semua gambaran realita seorang saudara .. walaupun kita belum berjumpa dengan kawan2 semua , tapi aq percaya bahwa Cirebon tak kalah dengan kota2 lain nya , sekali lagi terima kasih ... (Pataga , Mahapeka , Mapala Gunati , Mapala Muci , Mata Alam , Mahakupala ,Mapala Wira Buana , Gempa CiC)..

Monday, August 8, 2011

KADER KONSERVASI


Kader Konservasi
Kader konservasi adalah seseorang/sekelompok orang yang telah dididik atau ditetapkan oleh instansi pemerintah atau lembaga non pemerintah yang secara sukarela berperan sebagai penerus upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, bersedia serta mampu menyampaikan pesan-pesan konservasi kepada masyarakat. Dengan demikian, seorang kader konservasi memiliki kegiatan dan tugas yang secara umum berkaitan dengan upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya beserta kesediaan dan kemampuan untuk menyampaikan pesan-pesan konservasi kepada masyarakat disekitar kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Adapun tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini yaitu agar generasi muda memiliki kepedulian dan rasa empati terhadap kondisi hutan dan lingkungan yang berada di Kabupaten Kuningan, khususnya terhadap keberadaan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, dengan harapan mereka mampu menjadi kader- kader untuk menyampaikan pesan-pesan Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAH&E) kepada masyarakat di Kab. Kuningan yang notabene sebagai Kabupaten Konservasi, khususnya bagi kalangan teman- teman mereka di sekolahnya.

Jenis-Jenis Kegiatan Kader Konservasi
Berdasarkan arahan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang KSDAH & E, jenis-jenis kegiatan yang diharapkan dapat dilaksanakan oleh Kader Konservasi baik perorangan maupun kelompok adalah :
a. Melaksanakan penerangan dan penyuluhan tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
b. Menyelenggarakan seminar/diskusi tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
c. Melakukan kegiatan penelitian atau ekspedisi tentang potensi flora, fauna dan ekosistemnya.
d. Membantu menjaga kelestarian alam kawasan-kawasan konservasi (Taman Nasional, Taman Wisata Alam, Taman Hutan Raya dan Taman Laut).
e. Menyebarluaskan informasi tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya dalam bentuk barang cetakan.
f. Menjadi pemandu wisata alam (Taman Nasional, Taman Wisata Alam, Taman Hutan Raya dan Taman Laut).
g. Membuat tulisan/aritkel di media massa tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
h. Memanfaatkan media elektronik seperti radio dan TV sebagai sarana kampanye tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
i. Berupaya meningkatkan keterampilan dalam memanfatkan konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
j. Melaporkan kepada petugas atau Polisi Kehutanan atau Jagawana bila terjadi perambahan hutan, pencurian flora, fauna ataupun hasil hutan ikutan lainnya.

Seruan Greenpeace untuk Boikot PT.Sinar Mas

Ketika Gogling di Tempointeraktif ditemukan berita :

Belakangan ini sejumlah restoran dan perusahaan ternama di Indonesia memutuskan tidak menggunakan minyak sawit dari Sinar Mas terkait seruan Greenpeace dalam kampanyenya bahwa Sinar Mas telah melakukan kerusakan lingkungan di Kalimantan dalam memproduksi minyak sawit.

Sejumlah produk dari perusahaan-perusahaan besar yang memboikot minyak sawit dan produk lain dari Sinar Mas di antaranya: Burger King, Nestle, Kraft, Cargil, Unilever, dan Carrefour. (info lengkap dosa PT. Sinar MAS )

Ada pertanyaan menggelitik, masyarakat Indonesianya sendiri bagaimana ? apakah akan mendukung gerakan memboikot Minyak Goreng Sinar Mas ? Ada kecenderungan bahwa masyarakat Indonesia tidak peduli dengan proses bagaimana suatu barang dibuat. Tidak peduli barang itu dihasilkan dengan merusak lingkungan, yang penting harganya murah !!! Malah lebih parah lagi, beberapa LSM dan Lembaga/Institusi Pemerintah telah dirembesi oleh PT. Sinar Mas agar produknya tetap bisa dijual di pasar lokal, atau malah dipromosikan oleh mereka. misalnya :

Kompas .com : Siaran pers Sinar Mas hari Senin (23/8/10) menyebutkan, hingga 2009, Sinar Mas telah menyalurkan sekitar 27,1 juta liter minyak goreng bagi warga masyarakat kurang mampu. ?? Acara di Jogja dibuka oleh Ketua Umum Green Network Indonesia Transtoto Handadhari, Direktur Sinar Mas Yan Partawidjaja, dan Wakil Gubernur Yogyakarta Sri Paduka Paku Alam ke IX.

Selama empat tahun terakhir ini Sinar Mas telah menyalurkan sekitar 27,1 juta liter minyak goreng untuk membantu masyarakat kurang mampu di berbagai kota di Indonesia. Ini merupakan bagian dari kegiatan CSR bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat, TNI/Polri, pemerintah, serta tokoh masyarakat, sekaligus dukungan atas program stabilitas harga.

Bahkan tidak kurang Kementrian juga melakukan langkah serupa :
“Dalam acara bazar minyak goreng murah kali ini Sinar Mas bermitra dengan Walikota Jakarta Utara menyediakan 5.000 liter minyak goreng kemasan seharga Rp 7.500 per liter,” kata Managing Direcktur Sinar Mas G Sulistiyanto, di Jakarta, Jumat.

Acara bazar minyak goreng murah ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, HR Agung Laksono dan Walikota Jakarta Utara Bambang Soegiono.

Menko Kesra HR Agung Laksono dalam sambutannya mengemukakan, acara bazar minyak goreng murah bagi masyarakat kecil ini sangat membantu masyarakat dalam merayakan Lebaran. Agung Laksono sangat berterima kasih kepada Sinar Mas yang telah memberikan produk terbaiknya berupa minyak goreng yang ramah lingkungan dengan harga yang sangat murah.

Terus Sinar Mas juga menggandeng institusi keamanan :

KOMPAS.com - Sinar Mas bermitra dengan Kodam Jaya menggelar bazar minyak goreng di Makorem 051 Jababeka, Cikarang Baru, Bekasi. Bazar ini memberi kesempatan bagi warga untuk membeli minyak goreng kemasan seharga Rp 7.500 per liter.

Yups, jelas sekali bahwa pejabat ini sama sekali tidak memiliki sense pada lingkungan hidup sama sekali, yang ada dipikirannya adalah harga murah !!! ga peduli hutan mo di babat abis juga.

Tinggal rakyat Indonesia, konsumen langsung, harus mengambil sikap sendiri, atau memang masyarakat indonesia juga emang murahan ??? kalo murahan ya udah ga usah tereak-tereak soal malayasia !!

Inilah produk olahan dari Sinar Mas ( PT Smart Tbk) dan anak perusahaannya :
a. Cooking oil ( Filma, Kunci Mas, Mitra, Masku, Biss Oil (Arab) )
b. Margarine (Filma, Palmboom, Palmvita, Menara, Mitra Spesial, Pusaka )
c. Shortening (Palmvita, Palmvita Gold, Pusaka, Mitra, Menara, Delicio)
d. Specialty Fats (Delicio, Delicoa)
e. Frying Fats (Good Fry)
f. Frying Fats Butter Oil Substitute (Good Fry Palmboom, Palmvita Gold)

Thursday, July 28, 2011

Sekilas Tentang Adiwiyata

WUJUDKAN GENERASI HIJAU MELALUI SEKOLAH ADIWIYATA.

By Andri Saputra

BLHNEWS: Generasi Hijau secara sederhana dapat dimaknai sebagai generasi yang sadar dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Suatu hal yang sangat membanggakan apabila generasi muda selaku penerus estafet pembangunan di negeri ini peka terhadap masalah lingkungan yang terjadi. Untuk mewujudkan impian ini, tidak semudah membalik telapak tangan dan membutuhkan kerja sama semua pihak.

“Kata kuncinya adalah semua orang harus peduli dan berperan aktif untuk mewujudkan kondisi lingkungan hidup yang baik, sehat, seimbang, dan lestari untuk kepentingan kehidupan masa kini dan kehidupan yang akan datang,” ungkap Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kobar Molta Dena, SE, MA. saat memberikan sambutan pada acara Sosialisasi Adiwiyata Pendidikan Lingkungan Hidup Tingkat SD, SLTP, dan SMU/SMK bagi Tenaga Guru di Aula BLH Kobar, Sabtu (5/12).

Menurut dia, salah satu institusi yang memiliki peran strategis dalam membentuk generasi hijau adalah sekolah. Untuk itu, lanjutnya, melalui kegiatan ini sekolah dan civitas akademika dapat secara sungguh-sungguh memahami konsep sekolah Adiwiyata dan menindaklanjuti dalam bentuk program-program nyata sekolah.

Sementara itu, dalam laporannya, Ketua Penyelenggaran kegiatan Fahrizal Fitri, S.Hut, MP. menjelaskan tujuan kegiatan ini adalah untuk menciptakan kondisi yang baik bagi sekolah sebagai tempat pembelajaran dan penyadaran para pelajar. Harapannya, dikemudian hari para siswa sekolah dapat turut bertanggung jawab dalam upaya-upaya penyelamatan lingkungan hidup dan pembangunan berkelanjutan.

Sasaran yang ingin dicapai, kata dia, terwujudnya sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan mulai tingkat SD hingga SMA/SMK. Selain itu, menciptakan kegiatan ekstrakurikuler bidang lingkungan berbasis partisipasi di sekolah. Dan yang terakhir adalah meningkatnya pengetahuan dan kesadaran siswa sedini mungkin seputar lingkungan hidup.

Kegiatan sosialisasi Adiwiyata berlangsung selama satu hari dan diikuti oleh puluhan guru dari Kota Pangkalan Bun dan Kumai. Acara tersebut menghadirkan narasumber dari BLH dan Disdikpora Kobar yang berkompeten di bidangnya.

Dalam makalahnya, pemateri pertama Fahrizal Fitri, S.Hut, MP menuturkan terdapat empat indikator dalam mewujudkan program Adiwiyata meliputi pengembangan kebijakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan berbasis partisipatif, dan pengembangan dan atau pengelolaan sarana pendukung sekolah.

Sekolah Adiwiyata sendiri merupakan program dari Kementerian Lingkungan Hidup yang diarahkan pada terwujudnya kelembagaan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan bagi sekolah dasar dan menengah di Indonesia.



Berikut sekolah-sekolah yang selama tiga tahun berturut-turut berhasil mencapai kriteria program adiwiyata sehingga berhak menerima penghargaan Adiwiyata Mandiri 2011.

  1. SD N P 12 Benhil, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.
  2. SD N Bantarjati, Bogor, Jawa Barat.
  3. SD N 4 Metro Timur Lampung, Yosodado, Metro, Lampung.
  4. SD N Kandangan III Surabaya, Surabaya, Jawa Timur.
  5. SD N 001 Lima Puluh Pekanbaru, Pekanbaru, Riau.
  6. SD N Dinoyo II Malang, Malang, Jawa Timur.
  7. SD N 005 Bukit raya Pekanbaru, Riau.
  8. SMP N 2 Kebomas Gresik, Jawa Timur.
  9. SMP N 1 Merakurak Tuban, Jawa Timur.
  10. SMP N 10 Sukabumi, Jawa Barat.
  11. SMP N 11 Samarinda, Kalimantan Timur.
  12. SMP N 1 Cigombong, Jawa Barta.
  13. SMP Muhammadiyah Yogyakarta, D.I Yogyakarta.
  14. SMP N 1 Balikpapan, Kalimatan Timur.
  15. SMA 10 Malang, Jawa Timur.
  16. SMK N 1 Probolinggo, Jawa Timur.
  17. SMA N 1 Wringinanom Gresik, Jawa Timur.
  18. SMA N 5 Jember, Jawa Timur.
  19. SMA N 2 Wonosari, DI Yogyakarta.
  20. SMA N 1 Bandar Bener Meuriah, Aceh.
  21. SMA N 1 Geger Madiun, Jawa Timur.

Sekolah Adiwiyata 2011. Sekolah penerima penghargaan adiwiyata tahun 2011 adalah sejumlah 67 sekolah yaitu:

  1. SDN Tulungrejo 4, Batu, Jawa Timur.
  2. SDK Santa Maria, Surabaya, Jawa Timur.
  3. SDN 10 Sungai Sapih, Padang, Sumatera Barat,
  4. SDN 03 Alay Kota Padang, Sumatera Barat.
  5. SDN Purwantoro 1, Malang, Jawa Timur.
  6. SDN 1 Limehe Timur, Gorontalo, Gorontalo.
  7. SDN 05 Sintang, Sintang, Kalimantan Barat.
  8. SDN Kandangan I / 121, Surabaya, Jawa Timur.
  9. SDN 13 IV Koto Aur Malintang, Padang Pariaman, Padang, Sumatera Barat.
  10. SDN 13 Batu Gadang, Padang, Sumatera Barat.
  11. SDN Pandanwangi 1, Malang, Jawa Timur.
  12. SD Swasta Pertiwi, Medan, Sumatera Utara.
  13. SDN Perak Barat, Surabaya, Jawa Timur.
  14. SDN Sukabumi 6, Sukabumi, Jawa Barat.
  15. SDN 050765 Gebang, Langkat, Medan, Sumatera Utara.
  16. SDN 1 Selumbung, Karangasem, Bali.
  17. SDN Made 3, Lamongan, Jawa Timur.
  18. SDN Ibu Dewi 5 Cianjur, Cianjur, Jawa Barat.
  19. SMPN 2 Limboto, Gorontalo, Gorontalo.
  20. SMPN 4 Boyolali, Jawa Tengah.
  21. SMPN 2 Gondang, Pasuruan, Jawa Timur.
  22. SMPN 54 Palembang, Palembang, Sumatera Selatan.
  23. SMPN 1 Prambon, Nganjuk, Jawa Timur.
  24. SMPN 1 Sumenep, Jawa Timur.
  25. SMP YPJ Kuala Kencana, Mimika, Papua.
  26. SMPN 1 Kediri, Kediri Jawa Timur.
  27. UPTD SMPN 1 Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur.
  28. SMPN 1 Pangkajene, Pangkajene, Sulawesi Selatan.
  29. SMPN 1 Mojotengah, Wonosobo, Jawa Tengah.
  30. SMPN 7 Madiun, Madiun, Jawa Timur.
  31. SMPN 13 Kota Tangerang, Tangerang, Banten.
  32. MTSN Model Padang, Pariaman, Sumatera Barat.
  33. SMPN 2 Ubud, Gianyar, Bali.
  34. SMPN 1 Diwek, Jombang, Jawa Timur.
  35. SMPN 13 Bogor, Bogor, Jawa Barat.
  36. SMPN 1 Tarakan, Kalimantan Timur.
  37. SMPN 2 Tampaksiring, Tampaksiring, Bali.
  38. SMPN 16 Surabaya, Surabaya, Jawa Timur.
  39. SMPN 3 Balikpapan, Balikpapan, Kalimantan Timur.
  40. SMPN 36 Bandung, Bandung, Jawa Barat.
  41. SMPN 1 Denpasar, Kota Denpasar, Bali.
  42. SMPN 1 Pasawahan, Pasawahan, Jawa Barat.
  43. SMPN 2 Jetis, Kab Mojokerto, Jawa Timur.
  44. SMPN 2 Pasawahan, Kuningan, Kuningan, Jawa Barat.
  45. SMAN 2 Temanggung, Temanggung, Jawa Tengah.
  46. SMAN 1 Kota Bekasi, Bekasi, Jawa Barat.
  47. SMAN 2 Siakhulu, Kampar, Kab.Kampar, Riau.
  48. SMAN 1 Pekanbaru, Pekanbaru, Riau.
  49. SMAN 1 Limboto, Gorontalo, Gorontalo.
  50. SMKN 2 Probolinggo, Probolinggo, Jawa Timur.
  51. SMAN 4 Probolinggo, Probolinggo, Jawa Timur.
  52. SMAN 1 Jetis, Bantul, DI Yogyakarta.
  53. SMAN 4 Kota Pontianak, Pontianak, Kalimantan Barat.
  54. SMAN 1 Mejayan, Madiun, Jawa Timur.
  55. UPTD SMKN 2, Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur.
  56. SMAN 1 Sukawati, Gianyar, Bali.
  57. SMAN 1 Tampaksiring, Gianyar, Bali.
  58. SMAN 1 Grati, Pasuruan, Pasuruan, Jawa Timur.
  59. SMAN 3 Metro, Metro, Lampung.
  60. SMA N 1 Driyorejo, Gresik, Jawa Timur.
  61. SMAN 8 Samarinda, Samarinda, Kalimantan Timur.
  62. SMA Negeri 1 Manyar, Gresik, Jawa Timur.
  63. SMKN 13 Bandung, Bandung, Jawa Barat.
  64. SMAN 2 Mojokerto, Mojokerto, Jawa Timur.
  65. SMAN 1 Lamongan, Lamongan, Jawa Timur.
  66. SMKN 1 Panji, Situbondo, Jawa Timur.
  67. SMAN 1 Torjun, Sampang, Sampang, Jawa Timur.

Tuesday, June 21, 2011

Dukung KNLH jadi Lembaga Independen


SAlam Lestari alam...

Mencermati perubahan iklim yang terjadi di dunia, secara tidak langsung kita mempertanyakan kinerja pemerintah dan keseriusanya dalam menghadapi ancaman dunia ini,
suhu bumi meningkat , terjadi nya degradasi pantai , deforestasi hutan, sudah menunjukan kepada kita seserius apa kinerja pemerintah terhadap lingkungan , slama ini indonesia memiliki sejarah panjang tentang kementrian ini, yang pada awalnya bernama :
1.Kantor Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup (1978-1983) ,
2.
Kantor Menteri Negara Kependudukan Dan Lingkungan Hidup (1983-1993),
3 .
Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup (1993-1998)
4.Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup (1999-2001)
5.
Kementerian Negara Lingkungan Hidup (2001-2004).
sebuah perjalanan panjang yang bisa kita n
ilai sendiri seperti apa dan kenapa permasalahan ini tidak ada solusi kongkrit nya.

dalam beberapa kali seminar LH yang saya hadiri , KNLH hanya memberikan konsep dan arahan program yang pelaksanaan hanya sebatas wacana.. contoh masalah_ pelanggaran2 di indonesia sampai saat ini adalah yang paling banyak menurut lembaga survey dunia, setiap hari nya 6 kali lapangan sepak bola hutan indonesia hilang.. tragis bukan.. lalu dmna KNLH , dimana konsistensi nya.. apakah pelestarian hutan dan lingkungan hanya sebatas wacana dan retorika belaka.
Bentuk Baru... saya berharap sekali agar KNLH bisa independen , bisa mengontrol kebijakan pemerintah tentang regulasi yang di terapkan untuk lingkungan , pemanfaatan SDA dan kaderisasi Pemerhati lingkungan , klo sekarang saya rasa ketika dihadapkan pada stabilitas nasional maka KNLH tidak akan bisa berbuat banyak, seperti dunia hukum yang punya KPK (komisi Pemberantasan Korupsi), saya rasa Kita juga lembaga serupa seperti KPK yang intens dan fokus untuk masalah lingkungan tapi dengan tidak berdiri di struktural keperintahan, tapi berdiri secara fungsional kehadiran nya di akui dan di sahkan oleh konstitusi.
semboyan 4R. reduce , reuse , recycle , recovery hanya jadi slogan yang usang ketika KNLH yang dalam hl ini bertindak atas nama pemerintah belum benar2 mengeluarkan rekomendasi ke pemerintah untuk semboyan tadi di sahkan dalam PP atau bahkan ke dalam perundang2an yang di jadi kan dasar ber etika dalam lingkungan.
posi dan kapasitas KNLH dalam hal ini mungkin perlu di kaji ulang dan bahkan di tinjau kembali keberadaan nya,

tetap dukung upaya 4R.. dukung KNLH jadi lembaga independen ,

Thursday, June 9, 2011

Slamat jalan " syamsul maarif "

Life is short. There is no time to leave important words unsaid.

""""Pertemanan itu seperti jika anda mengencingi diri anda sendiri. Semua orang bisa melihatnya, tapi hanya anda yang merasakan kehangatannya...""""

Syamsul Maarif

Hari ini dunia mapala kehilangan kader terbaiknya... syamsul maarif.. Anggota PATAGA 17 Untag Cirebon telah meninggalkan kita semua.. Pkl 11.30 di R.S Cigugur.
sebuah pribadi yang langkah... sekarang dalam sepinya hari dia terdiam.. dalam hening nya malam dia tetap diam... seakan mencoba mengatakan kepada kita "bro gw cabut dlu ya , gw mau traveling brad, jangan kangen ya.. hehehehe.. "
dan dalam kesedihan yang bercampur aduk.. antara percaya dan gag yakin ( saya coba mewakili semuanya ) "hati2 mas bro...tuhan bersama orang2 pemberani".
ada yang hilang... Syamsul Maarif tak meninggalkan kita... ia hanya pergi lebih dulu.. ( mungkin dya pergi sekedar mendaftarkan kita disana , supaya saat kita kesana kita gag perlu registrasi lagi....,
Napak Tilas.... kita semua tahu pasti syamsul maarif is the suppel guys.. pintar berkomunikasi solid , dan tentunya .. gag ada matinya...... sebuah cerita senyum ( bukan lucu ya bos, soalnya cerita ini gag cukup buat kita terpingkal2 hanya senyum kecil saja,hehehe)syamsul maarif pernah kehilangan huruf S nya di MATA ALAM... hahahahahaaaaa... dan gag hanya syamsul.. ocir, eben ,eloy pun mengalami nasib yang sama....
Untuk Kita Renungkan....Dream as if you’ll live forever, live as if you’ll die today. ~ James Dean,
Syamsul secara langsung atau tidak langsung banyak memberikan kita pelajaran berharga dalam hidup. ambil hikmah dari semua ini, kita semua yakin dya telah kembali ke tempat terbaik disana...

Slamat Jalan kawan....
Doa kami menyertai mu...
09 Juni tetap akan jadi hari berkabung MAPALA CIAYUMAJAKUNING
Engkau tetap hidup dalam kenangan kami

dari kawan2 yang menyayangi mu....

Friday, May 6, 2011

Hemat Kertas..... Lestari Hutan

Kertas bagi generasi kita adalah sesuatu yang sudah menjadi hal biasa dan sehari-hari sehingga sering kali kita memakai kertas tanpa berpikir jauh mengenai konsekuensinya. Saya coba merekap beberapa fakta kertas agar kita semua mengerti akan pentingnya mengurangi penggunaan kertas dan mendaur ulang kertas yang sudah digunakan. Semoga berguna dan memperdalam pengetahuan kita sehingga kita lebih sadar akan lingkungan.



Produksi kertas:
  1. Batang pohon (kayu) menghasilkan 16 rim kertas
  2. 1 Batang pohon dapat menghasilkan oksigen yang dibutuhkan untuk 3 orang bernapas
    Untuk memproduksi 1 ton kertas, dibutuhkan 3 ton kayu dan 98 ton bahan baku lainnya
  3. Setiap jam, dunia kehilangan 1.732,5 hektar hutan karena ditebang untuk menjadi bahan baku kertas
  4. Industri Kertas diseluruh dunia menggunakan 35% dari seluruh panen kayu komersial setiap tahun
  5. Industri kertas menghabiskan 670 juta ton kayu untuk menghasilkan 178 juta ton of pulp dan 278 juta ton kertas dan karton
Mari kita renungkan :
  1. 1 ton kertas = 400 rim = 200.000 lembar
  2. Untuk memproduksi 3 lembar kertas dibutuhkan 1 liter air
  3. Untuk memproduksi 1 Kilogram kertas dibutuhkan 324 liter air (environment Canada)
  4. 95% kertas dibuat dari bahan serat kayu
  5. Untuk memproduksi 1 ton kertas, dihasilkan gas karbondioksida (CO2) sebanyak kurang lebih 2,6 ton atau sama dengan emisi gas buang yang dihasilkan oleh mobil selama 6 bulan.
  6. Untuk memproduksi 1 ton kertas, dihasilkan kurang lebih 72.200 liter limbah cair dan 1 ton limbah padat
  7. Industri kertas adalah pemakai energi bahan bakar ke-3 terbesar di dunia (American Forest and Paper Association)
  8. Dulu kertas hanya digunakan untuk menulis, sekarang industri Packaging menggunakan 41% dari seluruh penggunaan kertas

Daur ulang kertas:
  1. Mendaur ulang 54 kg kertas menyelamatkan 1 batang pohon (government of Canada)
  2. Mendaur ulang 1 ton kertas menyelamatkan kira-kira 17 batang pohon (Purdue Research Foundation and US Environmental Protection Agency, 1996)
  3. Mendaur ulang kertas menggunakan 60% energi yang lebih sedikit dibandingkan membuat kertas dari batang pohon
  4. Mendaur ulang 1 ton kertas dapat menghemat 682.5 galon bahan bakar dan 7000 galon air dan 4000 kwh listrik (Onondaga Resource Recovery Center)
  5. 30%-40% kertas yang dibuang adalah kertas Packaging atau kemasan (The Recycler’s Handbook, 1990)
  6. Saat kertas membusuk atau menjadi kompos akan menghasilkan gas Metana yang 25 kali lebih berbahaya dari CO2 (International Institute for Environment and Development, 1971)
Tips hemat kertas di tempat kerja:
  1. Sebisa mungkin hindari mencetak dokumen atau imel yang tidak penting.
  2. Tulis slogan “THINK BEFORE YOU PRINT!” / "BERPIKIR SEBELUM ANDA MENCETAK" dengan huruf besar, dan tempel di dinding kantor atau di dekat layar komputer.
  3. Gunakan/ cetak kertas bolak-balik. Tindakan ini bisa menghemat penggunaan kertas hingga 50%.
  4. Saat akan mencetak dokumen, gunakan menu “print 2 pages per sheet”. Artinya, 2 halaman dicetak jadi 1 halaman. Hurufnya memang jadi lebih kecil, tapi masih nyaman untuk dibaca.
  5. Tempelkan draft dokumen pada papan pengumuman untuk digunakan bersama-sama. Ini lebih baik daripada mendistribusikan begitu banyak salinan dokumen.
  6. Kumpulkan kertas yang satu sisinya masih kosong. Pakai ulang kertas (reuse) untuk mencetak dokumen. Atau pakai ulang kertas tersebut sebagai kertas fax.
  7. Hindari penggunaan fax sheet cover, yang seringkali memakan hampir satu halaman penuh.
  8. Amplop bekas yang masih rapi, bisa digunakan ulang. Bagian nama penerima & pengirim bisa ditiban dengan stiker atau kertas kosong. Tetap terlihat sopan kok.
  9. Belilah printer dan mesin fotokopi yang mampu mencetak pada kedua sisi kertas secara otomatis. Dan pastikan setiap orang paham cara penggunaannya.
  10. Jangan lupa, di setiap imel kita bikin tulisan seperti,” Please don’t print this e-mail unless you really need to. Save trees!”

Tips hemat kertas saat berbelanja dan kegiatan lainnya:
  1. Saat isi pulsa ponsel, pilih yang elektronik aja. Sayang kan kertas voucher, baru dibeli langsung dibuang.
  2. Ketika gaul di kafe atau resto yang menggunakan kertas untuk alas gelas dan piring, kembalikan alas kertas tersebut ke pelayan. Katakan bahwa kita tidak membutuhkannya.
  3. Saat gaul di mall/pusat perbelanjaan/pameran, pihak SPG sering memberikan kita flyer ato brosur promosi produk baru. Jika berminat untuk tahu, kita bisa berhenti sebentar untuk membaca. Setelah itu, brosur bisa kita kembalikan. Dengan begitu kita hanya membawa pulang brosur yang infonya benar-benar kita butuhkan.
  4. Hindari menerima laporan rekening bank atau tagihan ponsel dalam bentuk lembaran kertas yang dikirim via pos. Kontak bagian customer service untuk bilang bahwa kita lebih memilih informasi yang bisa dilihat secara online via internet.
  5. Untuk kirim undangan kawin/arisan/seminar, sebaiknya gunakan e-mail aja.
  6. Undangan perkawinan saat ini bisa dibuat dalam bentuk interaktif. Jadi yang bersangkutan tinggal kirim alamat tautannya ke pihak yang akan diundang. Lebih murah dan tidak menggunakan kertas.
  7. Namun, jika harus membuat undangan kawin dalam bentuk kertas, sebisa mungkin bikin yang sederhana dan tidak menggunakan banyak kertas. Selain lebih hemat biaya, semahal apapun undangan kawin pasti akan berakhir di tong sampah.
  8. Suka membeli buku? Coba kontak penerbit buku favorit kamu agar menggunakan kertas daur ulang (seperti kertas koran) untuk mencetak buku. Selain supaya harganya bisa lebih murah, juga supaya tampak seperti novel impor yang bukunya lebih tipis dan tidak berat.
SUMBER;spenpatra.blogspot.com

NAMA : Muhammad Arsyad
KELAS: IX E

Friday, April 22, 2011

PROTOKOL KYOTO dan PEMANASAN GLOBAL


PROTOKOL KYOTO dan PEMANASAN GLOBAL

By : M.Sigit Cahyono

Efek rumah kaca dan akibat-akibatnya yang mungkin ditimbulkan telah mendorong lahirnya Protokol Kyoto. Protokol ini telah disepakati pada Konferensi ke-3 Negara-negara pihak dalam Konvensi Perubahan Iklim (The United Nations Frame Work Convention on Climate Change/the UNFCCC) yang diselenggarakan di Kyoto, Jepang tanggal 11 Desember 1997. Dan terbuka untuk ditandatangani dari tanggal 16 Maret 1998 sampai 15 Maret 1999 di Markas Besar PBB, New York. Pada waktu itu Protokol telah ditandatangani oleh 84 negara penandatangan.
Namun demikian, bagi negara pihak yang belum menandatanganinya dapat mengaksesi protokol tersebut setiap saat.
Protokol Kyoto mewajibkan negara pihak pada the UNFCCC untuk meratifikasi, akseptasi, memberikan approval ataupun aksesi, serta berlaku mengikat pada hari kesembilan setelah tidak kurang dari 55 negara pihak pada the UNFCCC, termasuk negara yang disebut dalam ANNEX I the UNFCCC dimana negara-negara yang masuk dalam kelompok tersebut memiliki kewajiban untuk mengurangi tingkat emisi GHGs-nya minimal 5,5 % dari tingkat emisi tahun 1990, telah mendepositkan instrumen ratifikasi, aksptasi, approval atau aksesi-nya.
Adapun isi Protokol Kyoto pada pokoknya mewajibkan negara-negara industri maju untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (Green House Gases/GHGs) – CO2, CH4, N2O, HFCS, PFCS dan SF6- minimal 5,5 % dari tingkat emisi tahun 1990, selama tahun 2008 sampai tahun 2012. Protokol Kyoto juga mengatur mekanisme teknis pengurangan emisi gas rumah kaca (GHGs) yang dikenal dengan Mekanisme Pembangunan Bersih (Clean Development Mechanism/CDM).
CDM adalah suatu mekanisme di bawah Protokol Kyoto yang dimaksudkan untuk mambantu negara maju/industri memenuhi sebagian kewajibannya menurunkan emisi GHGs serta membantu negara berkembang dalam upaya menuju pembangunan berkelanjutan dan kontribusi terhadap pencapaian tujuan the UNFCCC. Mekanisme ini menawarkan win-win solution antara negara maju dengan negara berkembang dalam rangka pengurangan emisi GHGs, dimana negara maju menanamkan modalnya di negara berkembang dalam proyek-proyek yang dapat menghasilkan pengurangan emisi GHGs dengan imbalan CER (Certified Emission Reduction).
Sampai dengan tanggal 19 Maret 2001, 84 negara telah ikut menandatangani Protokol Kyoto dan 33 negara telah meratifikasinya. Sedangkan Indonesia sebagai negara berkembang yang belum diwajibkan untuk menurunkan emisi GHGs-nya belum meratifikasi Protokol ini. Akan tetapi sebagai negara yang terdiri dari banyak pulau, lautan serta memiliki hutan yang sangat luas dan untuk kepentingan pembangunan bangsa di masa depan, ada upaya-upaya untuk menjajagi kemungkinan ratifikasi.

Oleh karena itu, besar harapan agar bangsa ini bisa berbuat banyak bagi dunia internasional. Insya Allah kita pasti bisa. Cayo!

(Tulisan pertama, baru belajar. So, belum berani publish di media massa deh! Tp Insya Allah, suatu saat aku pasti bisa!)

Pesan Bumi Pada Hari Bumi


Pesan Bumi Pada Hari Bumi

Andaikan bukan lima milyar manusia menghuni bumi, melainkan
lima milyar harimau; tidak ada jarak seratus meter pun di Pulau Jawa tanpa anda bertemu seekor harimau. Apa anda tidak akan mengalamitrauma/frustrasi dihantui begitu banyak harimau?

Bagi umat bumi yang beruntung tidak dibudidayakan, melihat manusia ibarat melihat harimau yang lebih harimau daripada harimau yang sebenarnya; karena “manusia harimau” ini tidak puas memakan daging
saja, melainkan juga hasil tumbuh-tumbuhan, ya buah, daun, bunga, kayu bahkan juga bahan bakar, logam, plastik, semen, beton dan lain-lain lagi.

Bayangkan, untuk memenuhi kebutuhan lima milyar “manusia harimau” itu, betapa banyak makhluk bumi harus dibudidayakan (alias dicalon-korbankan), diburu, ditembak, dijerat, dijaring, dipancing,
dibabat, digergaji,…. Perut bumi pun dibor dan diledakkan. Dan pengotorannya tidak tanggung-tanggung mencemari tanah, sungai, laut, udara bahkan menyebabkan hujan asam, merusak lapisan
ozon diudara dan meningkatkan suhu bumi.

Jika dibiarkan, dalam tahun 2025 menurut ramalan, umat manusia akan mencapai jumlah 8,5 milyar. Naik sekitar 3,5 milyar dalam 35 tahun menuju malapeta­ka dimana bumi berikut umat insan akan meratap dan
berkabung.

Sebaliknya, andaikan bukan kenaikan melainkan penurunan 3,5 milyar jumlah penduduk itu bisa diwujudkan, bumi dan umat insan akan berseri. Begitulah pesan bumi.

Sadar akan “menghamanya” umat manusia, di Indonesia, terutama dikota-kota besar yang padat penduduk, pasangan-pasangan subur sibuk ber-KB untuk menurunkan jumlah populasi sampai serendah-rendahnya. Memang lebih baik, daripada menurunkannya melalui peperangan atau membiarkan orang-orang mati konyol melalui kelaparan atau penyakit. “Satu anak saja demi masa depan tanpa polusi, tanpa kemacetan lalu-lintas, tanpa pengangguran, tanpa kemiskinan, tanpa harus hidup berhimpit dalam kampung kumuh/rumah susun, tanpa transmigrasi, tanpa penggusuran, tanpa cemas kehamilan, tanpa pengguguran,…”

Begitulah semboyan mereka. Semoga menjadi kenyataan.

Kompas, 29 April 1990.

Friday, March 18, 2011

deforestrsi dan degradasi hutan

Kerusakan Hutan (Deforestasi) Di Indonesia

Kerusakan hutan (deforestasi) masih tetap menjadi ancaman di Indonesia. Menurut data laju deforestasi (kerusakan hutan) periode 2003-2006 yang dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan, laju deforestasi di Indonesia mencapai 1,17 juta hektar pertahun.

Bahkan kalau menilik data yang dikeluarkan oleh State of the World’s Forests 2007 yang dikeluarkan The UN Food & Agriculture Organization (FAO), angka deforestasi Indonesia pada periode 2000-2005 1,8 juta hektar/tahun. Laju deforestasi hutan di Indonesia ini membuat Guiness Book of The Record memberikan ‘gelar kehormatan’ bagi Indonesia sebagai negara dengan daya rusak hutan tercepat di dunia.

Dari total luas hutan di Indonesia yang mencapai 180 juta hektar, menurut Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (Menteri Kehutanan sebelumnya menyebutkan angka 135 juta hektar) sebanyak 21 persen atau setara dengan 26 juta hektar telah dijarah total sehingga tidak memiliki tegakan pohon lagi. Artinya, 26 juta hektar hutan di Indonesia telah musnah.

Selain itu, 25 persen lainnya atau setara dengan 48 juta hektar juga mengalami deforestasi dan dalam kondisi rusak akibat bekas area HPH (hak penguasaan hutan). Dari total luas htan di Indonesia hanya sekitar 23 persen atau setara dengan 43 juta hektar saja yang masih terbebas dari deforestasi (kerusakan hutan) sehingga masih terjaga dan berupa hutan primer.

Penyebab Deforestasi. Laju deforestasi hutan di Indonesia paling besar disumbang oleh kegiatan industri, terutama industri kayu, yang telah menyalahgunakan HPH yang diberikan sehingga mengarah pada pembalakan liar. Penebangan hutan di Indonesia mencapai 40 juta meter kubik setahun, sedangkan laju penebangan yang sustainable (lestari berkelanjutan) sebagaimana direkomendasikan oleh Departemen Kehutanan menurut World Bank adalah 22 juta kubik meter setahun.

Penyebab deforestasi terbesar kedua di Indonesia, disumbang oleh pengalihan fungsi hutan (konversi hutan) menjadi perkebunan. Konversi hutan menjadi area perkebunan (seperti kelapa sawit), telah merusak lebih dari 7 juta ha hutan sampai akhir 1997.

Dampak Deforestasi. Deforestasi (kerusakan hutan) memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan alam di Indonesia. Kegiatan penebangan yang mengesampingkan konversi hutan mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan yang pada akhirnya meningkatkan peristiwa bencana alam, seperti tanah longsor dan banjir.

Dampak buruk lain akibat kerusakan hutan adalah terancamnya kelestarian satwa dan flora di Indonesia utamanya flora dan fauna endemik. Satwa-satwa endemik yang semakin terancam kepunahan akibat deforestasi hutan misalnya lutung jawa (Trachypithecus auratus), dan merak (Pavo muticus), owa jawa (Hylobates moloch), macan tutul (Panthera pardus), elang jawa (Spizaetus bartelsi), merpati hutan perak (Columba argentina), dan gajah sumatera (Elephant maximus sumatranus).

Siapakah yang bertanggung jawab atas deforestasi hutan di Indonesia yang semakin menggila ini?. Siapa pula yang wajib mencegah kerusakan hutan di Indonesia?. Jawabnya singkat, kita semua!

Friday, February 11, 2011

Informasi Minggu ini

-Seminar Nasional Lingkungan Hidup
Auditorium Untag
Tanggal 12 feb 2011
Untuk informasi lebih lanjut hubungi sekretariat
PATAGA

-Pendidikan dasar Mapala Wira Buana Indramayu
5-17 februari 2011
-Pendidikan Lanjuta Mata Alam Angkatan XIV
Lereng Barat Ciremai
Tanggal 14 feb 2011

Informasi Minggu ini

Tuesday, January 4, 2011

PENGERTIAN

Inggris: Advocacy = giving of public support to an idea, course of action or a belief.

Definisi lama: bantuan hukum di persidangan
Saat ini :

  • bantuan hukum
  • penyuluhan hukum
  • pemberdayaan hukum
  • pendampingan masyarakat terhadap kebijakan publik yang merugikan masyarakat

II. SEJARAH

Yunani : aristoteles dan Demosthenes
Romawi : orator-orator

Pandangan-pandangan mengenai advokasi secara relative baru timbul di zaman romawi kuno dan masuk ke dalam bidang moral. Advokasi merupakan kegiatan derma. Pandangan ini kemudian berkembang di abad menengah.

Di Indonesia advokasi pertama kali dilaksanakan oleh Lembaga Bantuan Hukum yang kemudian setelah banyaknya LSM berdiri, advokasi banyak dilakukan oleh LSM.

III. DASAR FILOSOFIS DAN TUJUAN

Dasar filosofi advokasi adalah bahwa selalu ada saat dimana orang yang tidak mengerti hukum harus diberikan bantuan, hak-hak golongan masyarakat tertentu perlu diwujudkan dan demi terciptanya keadaan yang seyogya

Tujuan advokasi adalah menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pemerintahan, mendukung pelaksanaan peraturan kesejahteraan social, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab para petugas birokrasi dalam melaksanakan pengabdian pada masyarakat. Adapun tujuan utama advokasi adalah realisasi hak-hak masyarakat.

IV. BENTUK-BENTUK

  • Advokasi preventif yang mencakup penyuluhan dan penerangan hukum serta kebijakan publik
  • Advokasi diagnostik yaitu berupa konsultasi pemecahan masalah dari golongan sasaran, pemberian nasehat hukum.
  • Advokasi pengendalian konflik yaitu advokasi yang bertujuan untuk mengatasi masalah hak-hak masyarakat secara konkrit
  • Advokasi pembentukan hukum dan kebijakan
  • Advokasi pembaharuan masyarakat

V. Strategi Advokasi

Advokasi harus dalam pelaksanaannya pertama kali harus mendapat kepercayaan penuh dari masyarakat yang diadvokasi. Untuk itu diperlukan kemampuan:

1. Kemampuan berkomunikasi dan mendapatkan pengertian dari golongan sasaran
2. Kemampuan mengarahkan partisipasi dari golongan sasaran
3. Kemampuan memilih waktu yang tepat
4. Kemampuan memberikan teladan
5. Penguasaan materi dan pengetahuan
6. Kemampuan negosiasi dan alternative penyelesaian sengketa.