Seputar Kehidupan Sekretariat Bersama PPA Cirebon , indramayu , majalengka , Kuningan
Tuesday, August 16, 2011
Info.Mapala
Monday, August 8, 2011
KADER KONSERVASI
Kader Konservasi
Kader konservasi adalah seseorang/sekelompok orang yang telah dididik atau ditetapkan oleh instansi pemerintah atau lembaga non pemerintah yang secara sukarela berperan sebagai penerus upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, bersedia serta mampu menyampaikan pesan-pesan konservasi kepada masyarakat. Dengan demikian, seorang kader konservasi memiliki kegiatan dan tugas yang secara umum berkaitan dengan upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya beserta kesediaan dan kemampuan untuk menyampaikan pesan-pesan konservasi kepada masyarakat disekitar kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Adapun tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini yaitu agar generasi muda memiliki kepedulian dan rasa empati terhadap kondisi hutan dan lingkungan yang berada di Kabupaten Kuningan, khususnya terhadap keberadaan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, dengan harapan mereka mampu menjadi kader- kader untuk menyampaikan pesan-pesan Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAH&E) kepada masyarakat di Kab. Kuningan yang notabene sebagai Kabupaten Konservasi, khususnya bagi kalangan teman- teman mereka di sekolahnya.
Jenis-Jenis Kegiatan Kader Konservasi
Berdasarkan arahan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang KSDAH & E, jenis-jenis kegiatan yang diharapkan dapat dilaksanakan oleh Kader Konservasi baik perorangan maupun kelompok adalah :
a. Melaksanakan penerangan dan penyuluhan tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
b. Menyelenggarakan seminar/diskusi tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
c. Melakukan kegiatan penelitian atau ekspedisi tentang potensi flora, fauna dan ekosistemnya.
d. Membantu menjaga kelestarian alam kawasan-kawasan konservasi (Taman Nasional, Taman Wisata Alam, Taman Hutan Raya dan Taman Laut).
e. Menyebarluaskan informasi tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya dalam bentuk barang cetakan.
f. Menjadi pemandu wisata alam (Taman Nasional, Taman Wisata Alam, Taman Hutan Raya dan Taman Laut).
g. Membuat tulisan/aritkel di media massa tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
h. Memanfaatkan media elektronik seperti radio dan TV sebagai sarana kampanye tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
i. Berupaya meningkatkan keterampilan dalam memanfatkan konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
j. Melaporkan kepada petugas atau Polisi Kehutanan atau Jagawana bila terjadi perambahan hutan, pencurian flora, fauna ataupun hasil hutan ikutan lainnya.
Seruan Greenpeace untuk Boikot PT.Sinar Mas
Belakangan ini sejumlah restoran dan perusahaan ternama di Indonesia memutuskan tidak menggunakan minyak sawit dari Sinar Mas terkait seruan Greenpeace dalam kampanyenya bahwa Sinar Mas telah melakukan kerusakan lingkungan di Kalimantan dalam memproduksi minyak sawit.
Sejumlah produk dari perusahaan-perusahaan besar yang memboikot minyak sawit dan produk lain dari Sinar Mas di antaranya: Burger King, Nestle, Kraft, Cargil, Unilever, dan Carrefour. (info lengkap dosa PT. Sinar MAS )
Ada pertanyaan menggelitik, masyarakat Indonesianya sendiri bagaimana ? apakah akan mendukung gerakan memboikot Minyak Goreng Sinar Mas ? Ada kecenderungan bahwa masyarakat Indonesia tidak peduli dengan proses bagaimana suatu barang dibuat. Tidak peduli barang itu dihasilkan dengan merusak lingkungan, yang penting harganya murah !!! Malah lebih parah lagi, beberapa LSM dan Lembaga/Institusi Pemerintah telah dirembesi oleh PT. Sinar Mas agar produknya tetap bisa dijual di pasar lokal, atau malah dipromosikan oleh mereka. misalnya :
Kompas .com : Siaran pers Sinar Mas hari Senin (23/8/10) menyebutkan, hingga 2009, Sinar Mas telah menyalurkan sekitar 27,1 juta liter minyak goreng bagi warga masyarakat kurang mampu. ?? Acara di Jogja dibuka oleh Ketua Umum Green Network Indonesia Transtoto Handadhari, Direktur Sinar Mas Yan Partawidjaja, dan Wakil Gubernur Yogyakarta Sri Paduka Paku Alam ke IX.
Selama empat tahun terakhir ini Sinar Mas telah menyalurkan sekitar 27,1 juta liter minyak goreng untuk membantu masyarakat kurang mampu di berbagai kota di Indonesia. Ini merupakan bagian dari kegiatan CSR bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat, TNI/Polri, pemerintah, serta tokoh masyarakat, sekaligus dukungan atas program stabilitas harga.
Bahkan tidak kurang Kementrian juga melakukan langkah serupa :
“Dalam acara bazar minyak goreng murah kali ini Sinar Mas bermitra dengan Walikota Jakarta Utara menyediakan 5.000 liter minyak goreng kemasan seharga Rp 7.500 per liter,” kata Managing Direcktur Sinar Mas G Sulistiyanto, di Jakarta, Jumat.
Acara bazar minyak goreng murah ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, HR Agung Laksono dan Walikota Jakarta Utara Bambang Soegiono.
Menko Kesra HR Agung Laksono dalam sambutannya mengemukakan, acara bazar minyak goreng murah bagi masyarakat kecil ini sangat membantu masyarakat dalam merayakan Lebaran. Agung Laksono sangat berterima kasih kepada Sinar Mas yang telah memberikan produk terbaiknya berupa minyak goreng yang ramah lingkungan dengan harga yang sangat murah.
Terus Sinar Mas juga menggandeng institusi keamanan :
KOMPAS.com - Sinar Mas bermitra dengan Kodam Jaya menggelar bazar minyak goreng di Makorem 051 Jababeka, Cikarang Baru, Bekasi. Bazar ini memberi kesempatan bagi warga untuk membeli minyak goreng kemasan seharga Rp 7.500 per liter.
Yups, jelas sekali bahwa pejabat ini sama sekali tidak memiliki sense pada lingkungan hidup sama sekali, yang ada dipikirannya adalah harga murah !!! ga peduli hutan mo di babat abis juga.
Tinggal rakyat Indonesia, konsumen langsung, harus mengambil sikap sendiri, atau memang masyarakat indonesia juga emang murahan ??? kalo murahan ya udah ga usah tereak-tereak soal malayasia !!
Inilah produk olahan dari Sinar Mas ( PT Smart Tbk) dan anak perusahaannya :
a. Cooking oil ( Filma, Kunci Mas, Mitra, Masku, Biss Oil (Arab) )
b. Margarine (Filma, Palmboom, Palmvita, Menara, Mitra Spesial, Pusaka )
c. Shortening (Palmvita, Palmvita Gold, Pusaka, Mitra, Menara, Delicio)
d. Specialty Fats (Delicio, Delicoa)
e. Frying Fats (Good Fry)
f. Frying Fats Butter Oil Substitute (Good Fry Palmboom, Palmvita Gold)
