salam,
saat ini, saya sedang mengerjakan program pasca bencana merapi bersama teman-teman relawan dari jogja. lokasi pelaksanaan program saya adalah, dusun Paten, Kelurahan Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Alasan kami memilih desa Paten karena posisi desa yang terletak hanya diradius 6 kilometer dari puncak gunung Merapi. Masyarakat Paten yang berjumlah 250 Kepala Keluarga dengan total populasi sebanyak 756 jiwa. dengan jarak yang demikian dekat, kami memandang posisi desa Paten sangat rentan karena tidak terhalang apapun (punggungan bukit) antara desa dengan puncak merapi.
Disamping alasan kerentanan lokasi, tim kami telah mendampingi warga Paten sejak di pengungsian (28 oktober) hingga mereka kembali ke kampung (5 desember). selama di pengungsian, kami banyak menerima keluh kesah warga. yang paling membuat kami miris, warga mengeluh, selama 2 bulan mengungsi, mereka tidak dapat bekerja. Secara otomatis mereka tidak memiliki penghasilan. Warga mengaku siap harus makan ubi kayu (selama ini ubi adalah makanan ternak bagi mereka) jika pulang ke kampung hingga mereka mampu membeli beras. Saat ini, warga hanya memiliki stok makanan dari bantuan yang mulai tersendat datangnya.
Merespon kondisi mereka yang kurang terurus karena terlalu bergantung kepada penanganan pemerintah ketika terjadi bencana, kami berembug dengan kepala desa setempat untuk membuat Dusun Siaga Mandiri (DSM). Konsep DSM adalah, mengkondisikan warga pada satu titik kesiapsiagaan terhadap potensi bencana merapi. Disamping itu, mengingat kebutuhan hidup dan sarana kesiapsiagaan membutuhkan anggaran perawatan, kami menyusun beberapa program pendukung untuk memperkuat perekonomian warga. Pada akhir program, kami berharap warga mampu siapsiaga bencana mandiri dan mampu menghidupi kegiatan kesiapsiagaannya tersebut.
Program ini kami lekatkan dengan program pasca bencana terpadu yang kami susun berdasar kearifan lokal, kultur, demografi dan keinginan warga. secara garis besar, kami merencanakan beberapa program inti antara lain :
1. Pendampingan dan Bantuan Pertanian (Transfer informasi dan teknologi pertanian, peternakan, dan perkebunan)
2. Pelatihan Kebencanaan (membangun DSM)
3. Bantuan Pendidikan (berupa bantuan sistem dan logistik untuk perpustakaan anak dan pertanian)
4. Penguatan Ketahanan Pangan (bersama masyarakat, menyusun sistem ketahanan pangan agar apabila terjadi bencana, ada jaminan hidup)
5. Revitalisasi Air (Sumber air minum warga sejumlah 800 pipa hanyut oleh lahar dingin)
Keseluruhan program akan mulai dilakukan pada bulan januari hingga juli 2011. Sedangkan untuk mekanismenya, kami akan menjalankan program yang sudah memiliki penyandang dana terlebih dahulu, meskipun kami memiliki prioritas bahwa program bantuan pertanian lebih baik diadakan terlebih dahulu. Dalam pelaksanaannya, program kami akan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang berkompeten menangani materi program. terutama program yang memiliki misi transfer ilmu dan teknologi, seperti :
Institur Pertanian "Stiper" Yogyakarta (Pendampingan Pertanian)
Sekretariat Bersama Perhimpunan Pecinta Alam Yogyakarta (Pelatihan Kesiapsiagaan)
Perpustakaan Masyarakat "Ngudi Kawruh" dari Piyungan Bantul (Transfer manajemen perpustakaan)
Perkumpulan Petani Ikan asal Jombor Sleman (Transfer teknik perikanan)
Kami menyadari, hanya sedikit sekali modal yang kami miliki. 2 bulan lebih mendampingi masyarakat dipengungsian, cukup menguras keuangan kami. karena sejauh ini kami hanya mengandalkan sumbangan individu dan dana pribadi relawan.
Maka dari itu, kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk mensukseskan program kami. Jika perusahaan/lembaga/organisasi bapak/ibu berminat, kami mengharapkan kerjasama, dan dapat mengirimkan proposal untuk mengetahui detail program dan kebutuhan kami.
Sebagai informasi tambahan, saat ini pemerintah hanya sekali menyalurkan jatah hidup berupa 4 ons beras dan uang lauk pauk sebesar Rp 4500,-. Sedangkang program pemulihan ekonomi baru akan dianggarkan pada akhir april 2011. Dengan kata lain, kami menyusun program ini sebagai program sela, bukan mensubtitusi tanggung jawab pemerintah. Menurut pengakuan warga, saat ini belum ada bantuan selain logistik, bahkan belum satupun hewan ternak yang mati diganti.
demikian, atas perhatiannya, kami ucapkan terimakasih
Hormat kami
Joko Sulistyo
Program Director
joko_isi@yahoo.com / 081 808 212 007