Saturday, November 13, 2010

status merapi...

KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA
BADAN GEOLOGI
JALAN DIPONEGORO NO. 57 BANDUNG 40122
JALAN JEND. GATOT SUBROTO KAV.49 JAKARTA 12950
Telepon: 022-7212834, 5228424 021-5228371 Faksimile: 022-7216444, 021-5228372
E-mail: geologi@bgl.esdm.go.id


Nomor : 2348/45/BGL.V/2010 12 November 2010
Sifat : Segera
Lampiran : -
Hal : Laporan Aktivitas G. Merapi 12 November 2010 pukul 00:00-18:00 WIB


Yang terhormat,

1. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana
2. Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta
3. Gubernur Jawa Tengah
4. Bupati Sleman
5. Bupati Magelang
6. Bupati Klaten
7. Bupati Boyolali

Bersama ini disampaikan laporan aktivitas G. Merapi tanggal 12 November 2010 pukul 00:00
sampai dengan pukul 18:00 WIB.
I. Hasil Pemantauan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pukul 00:00-18:00 WIB erupsi masih
berlangsung meski dengan intensitas yang menurun.
Berikut disajikan rangkuman hasil pemantauan terkini, meliputi data pemantuan secara
instrumental dan visual.

1. Kegempaan
Berdasarkan hasil pemantauan kegempaan diperoleh jumlah kegempaan sebagai berikut:
Jenis Gempa 10 Nov 2010 11 Nov 2010 12 Nov 2010
00-24 WIB 00-24 WIB 00-18 WIB
Vulkanik 5 1 -
MP - - -
LF - - -
Tremor beruntun beruntun beruntun
Guguran 9 17 12
AP (Awanpanas) 1 1 2
Tektonik - - 2

2. Visual
Laporan dari pos Ketep, cuaca cerah diselingi kabut pekat dari dini hari hingga sore ini.
Tampak beberapa kali asap berwarna putih kecoklatan hingga kehitaman condong ke Selatan,
Barat Daya, Barat hingga Barat Laut setinggi 1000 m dari puncak G. Merapi dan bertekanan
lemah. Suara gemuruh dengan intensitas lemah hingga sedang masih terdengar dari Kaliurang.
Tejadi hujan abu tipis dilaporkan di Medari dan Seyegan Kab. Sleman. Tercatat gempa tektonik
(5,8 SR) dengan pusat gempa di Laut Banda 375 km Tenggara Ambon dengan kedalaman
151,2 km pada pukul 11:14 WIB.
Terjadi awanpanas 2 kali. Awanpanas pertama terjadi pada pukul 12:54 WIB berdurasi 3
menit dengan jarak luncur 4 km menuju K. Gendol dan K. Talang. Awanpanas kedua terjadi
pada pukul 17:38 WIB yang sampai laporan ini disusun awanpanas masih berlangsung (18:15
WIB).

II. Awas Lahar
Secara umum, endapan lahar telah teramati di semua sungai yang berhulu di puncak G.
Merapi dari arah Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat, hingga Barat Laut, meliputi K. Woro, K.
Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K. Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo,
K. tringsing, dan K. Apu. Lahar di K. Boyong telah diendapkan di Dusun Kardangan Desa
Purwobinangun, Kab. Sleman yang berjarak 16 km dari puncak G. Merapi. Lahar di K. Kuning
rtelah mengisi penuh jembatan Sidorejo, Dusun Sidorejo, Desa Hargobinangun yang berjarak
9,5 km dari puncak G. Merapi. Sedangkan di alur K. Gendol, lahar telah mengisi penuh dam di
Dusun Morangan Desa Sindumartani yang berjarak 16,5 km dari puncak G. Merapi.

III. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pemantauan instrumental dan visual pada 12 November 2010 dari
pukul 00:00 WIB sampai dengan pukul 18:00 WIB menunjukkan aktivitas G. Merapi masih
tinggi. Dengan kondisi tersebut, maka status aktivitas Gunung Merapi pada tingkat Awas
(level 4). Ancaman bahaya G Merapi dapat berupa awanpanas dan lahar.

IV. Rekomendasi
Sehubungan masih tingginya aktivitas vulkanik G. Merapi dan status masih ditetapkan
pada level Awas, maka direkomendasikan sebagai berikut:

1. Agar dilakukan penyelidikan abu gunungapi yang dapat berpotensi mengganggu jalur
penerbangan dari dan ke Lapangan Udara Internasional Adisucipto di Yogyakarta.

2. Tidak ada aktivitas penduduk di daerah rawan bencana III, khususnya yang bermukim di
sekitar alur sungai (ancaman bahaya awanpanas dan lahar) yang berhulu di G. Merapi
sektor Tenggara, Selatan, Barat Daya, Barat dan Baratlaut dalam jarak 20 km dari
puncak G. Merapi meliputi, K. Woro, K. Gendol, K. Kuning, K. Boyong, K. Bedog, K.
Krasak, K. Bebeng, K. Sat, K. Lamat, K. Senowo, K. Trising, dan K. Apu.

3. Segera memindahkan para pengungsi ke tempat yang aman di luar radius 20 km dari
puncak G. Merapi.

4. Masyarakat di sekitar G. Merapi agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah
Kabupaten setempat dalam upaya penyelamatan diri dari ancaman bahaya erupsi G.
Merapi.

5. Untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kawasan landaan awanpanas, Pusat
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi senantiasa berkoordinasi dengan Pemerintah
Daerah setempat.

6. Masyarakat diminta tidak panik dan terpengaruh dengan isu yang beredar
mengatasnamakan instansi tertentu mengenai aktivitas G. Merapi dan tetap mengikuti
arahan dari pemerintah daerah setempat yang selalu berkoordinasi dengan Pusat
Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.
Tembusan:

1. Sekretaris Jenderal Kementrian Energi dan Sumberdata Mineral
2. Kepala Badan Geologi
3. Sekretaris Badan Geologi
4. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan
5. Direktur Manajemen Pencegahan dan Penanggulangan Bencana, KEMENDAGRI
6. Bandara Adisucipto, Yogyakarta
7. Deputi I Menko Kesra Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial
8. Biro Hukum dan Humas, KESDM
9. Mabes TNI
10.Pusat Data dan Informasi, KESDM
11.Kepala Pusat Krisis, Kemeterian Kesehatan
12.Badan Kesbanglinmas, Provinsi DIY
13.Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Provinsi Jawa Tengah

No comments:

Post a Comment